Masyarakakt desa biasanya hidup berkoloni di wilayah pedesaan. Mereka hidup berdampingan dengan sesamanya dengan menerapkanadat istiadat dan norma-norma yang diwariskan turun temurun oleh nenek moyang mereka. Mereka hidup dalam kesederhanaan karena semuanya masih serba tradisional.
Masyarakat kota adalah masyarakat yang tinggal di wilayah perkotaan, dengan gaya hidup yang sangat bertolak belakang dengan masyarakat desa. Baik dari segi pola pikir, ideology dan mata pencaharian..
Masyarakat desa pada umumnya masih memegang teguh tradisi yang berlaku turun temurun. Biasanya di pedesaan ada seorang tokoh masyarakat yang dituakan dan dihormati oleh warganya. Atau lazim disebut sesepuh desa. Warga desa akan mengikuti apa yang difatwakan oleh sang sesepuh desa. Bisa dibilang sesepuh desa adalah orang yang paling berpengaruh di desa itu sendiri. Masyarakat desa juga terbiasa hidup religious dan hidup bergotong royong. Mereka memiliki ikatan kekerabatan yang kuat. Mengapa?? Karena mereka merasa berasal dari keturunan yang sama. Hal ini dibuktikan dengan berkumpulnya suatu keluarga besar mulai dari buyut, kakek, nenek, paman, bibi, dan sanak saudara lainnya di desa yang sama. Bahkan tak jarang kita menemukan mereka menikahkan anak-anak mereka dengan orang yang berasal dari desa/kampung yang sama, kemudian memiliki anak yang kemudian menikah lagi dengan warga yang berasal dari satu desa. Begitulah terus menerus.
Masyarakat desa pada umumnya berprofesi sebagai petani atau pedagang. Maka jangan heran bila kita berkunjung ke wilayah pedesaan yang kita lihat adalah sawah yang membentang luas atau pasar-pasar yang ramai. Pola piker masyarakat desa umumnya cenderung sederhana dan terkesan konservatif. Contohnya, Mereka menganggap pendidikan bagi anak perempuan tidak terlalu penting, karena pada akhirnya tugas perempuan adalah di rumah, mengurus suami dan anak.
Adapun keadaan masyarakat kota sangat bertolak belakang dengan masyarkat desa. Di kota nyaris tidak ada tradisi seperti didesa. Masyarakat kota terkesan apatis terhadap sesamanya. Tak jarang mereka tidak mengaenal tetangganya sendiri.. Permasalahan di kota pun lebih kompleks dan beragam. Kebanyakan masyarakat kota adalah pendatang dari desa yang merantau untuk memperbaiki taraf hidup. Buktinya, ada tradisi mudik setiap kali lebaran tiba. Pola pikir yang moderat mempengaruhi mereka menerapkan gaya hidup konsumtif dan hedonis.
Namun, di balik semua itu, masyarakat kota memiliki kekurangan. Mobilitas dan kesibukan yang tinggi membuat meraka seolah lupa untuk bersosialisasi. Keadaan ekonomi mereka memang lebih baik daripada masyarakat desa, tapi apalah artinya bila dengan tetangga saling acuh tak acuh. Manusia adalah makhluk social yang tidak bias hidup tanpa bersosialisasi.
Masyarakat desa walaupun hidup dalam kesederhanaan , mereka jauh dari kata apatis. Mereka bahu membahu bekerja sama memajukan desanya. Bagaimanapun masyarakat desa dan masyarakat kota memiliki ketergantungan satu sama lain.
LANGKAH LANGKAH SETELAH SIDANG PI ( PENULISAN ILMIAH )UNIVERSITAS GUNADARMA
13 tahun yang lalu


Tidak ada komentar:
Posting Komentar